SEKILAS INFO
19-10-2021
  • 1 tahun yang lalu / < Dafa Gudangnya santri aktif dan berbakat > // Telah dibuka pendaftaran jalur inden dan prestasi calon santri 2021-2022, segera daftarkan putra putrinya ke lembaga pendidikan unggulan. Pesantren Keren //  informasi
Selayang Pandang

SELAYANG PANDANG

PONDOK PESANTREN DARUL FALAH

SUKOREJO PONOROGO JAWA TIMUR INDONESIA

 

  • Latar Belakang

Sudah berabad-abad lamanya, dari “perut” pondok pesantren lahir tokoh-tokoh penting yang memainkan peranan penting dalam khazanah intelektual Islam. Banyak pondok pesantren menjadi harum namanya karena pondok pesantren disamping mencetak kader ulama juga melahirkan pemimpin agama, masyarakat, bangsa dan negara. Sebagai sebuah lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pondok pesantren telah banyak berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memperbaiki mental bangsa, dan menjadikan bangsa bermartabat.

Menyadari  pentingnya lembaga  pondok pesantren dan tanggung jawab yang besar pada masa mendatang, pada hari Sabtu Wage, tanggal 22 Syawal 1420 H, bertepatan dengan tanggal 29 Januari 2000 M, tepatnya jam 07.30 pagi, didirikan Pondok Pesantern Darul Falah Sumberejo dengan menggunakan tempat rumah Almarhum Bapak Haji Idris ( Mbah Gumbreg ) sebagai cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Darul Falah dengan modal awal sebidang tanah seluas 2700 m2. Ini adalah awal kami dalam mengembangkan ajaran agama Islam di Kabupaten Ponorogo Wilayah barat yang masih sangat minim lembaga pendidikan berbasih Pesantren.

  • Visi, Misi dan Tujuan
  1. Visi

Menjadi lembaga pendidikan unggulan yang efektif, bermutu dalam rangka mencetak manusia  muslim seutuhnya yang bertaqwa kepada Allah SWT.

  1. Misi
  • Mengembangkan kegiatan dibidang pendidikan, da’wah , ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
  • Mendidik generasi yang unggul agar menjadi kader-kader pemimpin ummat (immamul muttaqin).
  • Mendidik dan megembangkan kader-kader bangsa yang berakhlaqul karimah, berbadan sehat, berpengetahuan luas serta berkhidmat kepada masyarakat.
  • Menciptakan lingkungan belajar yang Islami, model pembelajaran yang efektif dan kondusif, serta menerapkan system manajemen mutu terpadu.
  • Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek.
  • Membuka ruang interaksi dan sinergi dengan keluarga dan masyarakat.
  • Mengoptimalkan peran serta orang tua, wali santri, masyarakat dan pemerintah.
  1. Tujuan
  • Terwujudnya generasi yang unggul menuju terbentuknya manusia muslim yang paripurna.
  • Terbentuknya manusia yang berkarakter, berkepribadian islam, menguasai syakhsiyyah Islamiyyah, Tsaqofah Islamiyah, ilmu kehidupan ( IPTEK ) dan memiliki ilmu kecakapan hidup (life skills).
  • Lahirnya ulama-ulama intelek yang memiliki keseimbangan antara dzikir dan pikir.
  • Terwujudnya warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jamani dan rohani kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  • Motto dan Panja Jiwa Pondok

Moto

  • Keseimbangan
  • Spiritual
  • Intelektual dan

Panca Jiwa

  • Keikhlasan
  • Kesederhanaan
  • Berdikari
  • Ukhuwah Islamiayah
  • Bebas

Orientasi Pendidikan dan Pengajaran

  • Keislaman
  • Keilmuan
  • Sosial kemasyarakatan
  • Strategi Pendidikan
  1. Kehidupan di pondok pesantren dengan segala totalitasnya menjadi media pembelajaran dan pendidikan.
  2. Pendidikan berbasis komunitas, segala yang didengar, dilihat, dirasakan, dan dialami oleh para santri dan warga pondok pesantren dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan
  • Program Pendidikan
  1. Tahfidzul Qur’an
  2. Kitab Kuning
  3. Sport (Olahraga)
  4. Enterprenur

 

  • Kurikulum
  1. Kurikulum terdiri dari kurikulum pemerintah dan Kurikulum Pondok Pesantren.
  2. Ilmu pengetahuan umum 100% dan Ilmu pengetahuan agama 100%
  3. Kurikulum Pondok Pesantren Darul Falah tidak terbatas pada pelajaran di kelas saja, melainkan keseluruhan kegiatan didalam dan diluar kelas merupakan proses pendidikan dan pengajaran yang tidak terpisahkan.
  • Sejarah Kepondokan

Awal mula santri di Pondok Pesantren Darul Falah adalah para warga sekitar yang menimba ilmu kepada Kiyai yang sekarang para santri tersebut menjadi  ustadz dan ustadzah di Pondok Pesantren Darul Falah. Sebagaimana riwayat “pondok” pada umumnya yang bermula ada seorang Kiyai kemudian datang beberapa orang santri yang ingin menimba (belajar) ilmu dari Kiyai tersebut. Para santri bermukim dirumah Kiyai dari waktu-kewaktu jumlah santri terus bertambah hingga rumah Kiyai tersebut tidak dapat menampung jumlah santri yang ada.  Timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok-pondok atau kombongan disekitar masjid dan disekitar rumah Kiyai tersebut. Itulah asal mulanya sehingga dinamakan pondok, pembangunan dan pendirian pondok dilakukan oleh santri itu sendiri.

 

  • Sejarah Awal Berdirinya Pondok Pesantren Darul Falah Sumberejo

Berawal dari keinginan yang kuat, semangat  serta  do’a  Drs.KH. Masyhudi Achmad, MM., M.Sc. sejak belajar di Pondok Pesantren Salafiyah Hudatul Muna Jenes Brotonegaran Ponorogo dibawah asuhan romo kyai Al-Magfirullah Al-Marhum Qomaruddin Mufti dan K. Iskandar pada tahun 1969 – 1976, kemudian melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar yang dipimpin  oleh Al- Magfirullah Almarhum KH. Ibrahim Thoyib kemudian pindah ke Pondok Modern Darussalam Gontor yang dipimpin oleh Al-Magfirullah Al-Marhum KH. Imam Zarkasi.

Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren baru kemudian melanjutkan pedidikan keperguruan tinggi dan mengabdikan diri sebagai guru, pengelola, pendiri, di lembaga pendidikan formal, non formal SLTP, SLTA, Perguruan Tinggi, lembaga kursus dan di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak hingga berakhir tahun 1999. Setelah perjalanan panjang baru pulang ketempat kelahiranya dengan mengawali kegiatan Majlis Taklim dari rumah ke rumah, melalui kelompok-kelompok jama’ah Yasin, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan buta aksara dan pendidikan kecakapan hidup (life skills).

Usaha  yang dilakukan  selanjutnya meminjam sebuah mushola milik bapak Miskun di dukuh Blimbing desa Sukorejo yang dijadikan pusat kegiatan pondok pesantren Darul Falah dengan mendirikan lembaga pendidikan berupa Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah,  Majlis Ta’lim, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan pada sore dan malam hari. Pembelajaran difokuskan bagi anak-anak, masyarakat sekitar, keluarga dan tetangga. Dengan berpegang teguh pada kaidah “Al-Muhafadhotu Alal Qodimis Sholih Wal Akhdu Bi Jadidil Ashlah (memelihara budaya-budaya klasik yang baik dan mengambil budaya-budaya yang baru yang konstruktif ) maka pondok Pesantren Darul Falah dalam perjalanannya senantiasa melakukan upaya-upaya kebaikan dan kontektualisasi dalam merekonstruksi bangunan-bangunan sosio kultural, khususnya dalam hal pendidikan dan manajemen.

Pada tahun 2001 usaha – usaha kearah pembaharuan yang berorientasi pada idealisme pesantren  dan dengan keyakinan yang kuat mulailah pembangunan gedung-gedung sebagai awal berdirinya Pondok Pesantren Darul Falah seperti sekarang ini antara lain :

  1. Gedung Indonesia 1 mulai dibangun pada hari Rabu, 20 Robi’u Tsani 1422 H, bertepatan dengan tanggal 11 Juli  2001 M, mulai digunakan  pada hari Rabu, 13 Syawal 1423 H bertepatan dengan tanggal 18 Desember 2002 M.
  2. Gedung Indonesia 2 mulai dibangun pada hari Rabu tanggal 8 Romadhon 1423 H, bertepatan dengan tanggal 13 November 2003 M, mulai penggunaannya pada hari Rabu tanggal 22 Dzulqo’dah 1424 H bertepatan dengan tanggal 14 Januari 2004 M.
  3. Gedung Indonesia 3 mulai dibangun pada hari Rabu, tanggal 23 Romadhon 1426 H, bertepatan dengaan tanggal 26 Okteber 2005 M, diresmikan penggunaanya pada hari Ahad, tanggal 20 Jumadil Akhir 1427 H bertepatan dengan 16 Juni 2006 M.
  4. Masjid Jami’ PP Darul F alah 1 mulai dibangun pada hari Kamis, tanggal 21 Sya’ban 1427 H bertepatan dengan tanggal 14 September 2006 M, mulai digunakan pada hari Ahad, tanggal 30 Rojab  1428 bertepatan dengan tanggal 15 Juli 2007 M.
  5. Gedung Nusantara 1 mulai dibangun pada hari Rabu, 20 Sya’ban 1430 H bertepatan dengan tanggal 12 Agustus 2009, mulai digunakan pada hari Kamis 25 Dzulhijjah 1430 H bertepataan dengan tanggal 13 Desember 2009 M.
  6. Gedung Nusantara 2 mulai dibangun pada hari Ahad, 20 Sya’ban 1431 H bertepatan dengan tanggal 1 Agustus 2010 M, mulai digunakan pada hari Rabu, 26 Dzulqo’dah 1431 H bertepataan dengan tanggal 3 November 2010 M.
  7. Gedung Nusantara 3 mulai dibangun pada hari Rabu, 30 Muharram 1432 H bertepatan dengan tanggal 5 Februari 2011 M, mulai digunakan pada hari Ahad 8 Sya’ban 1432 H bertepataan dengan tanggal 10 Juli 2011 M.
  8. Gedung Al-Haromain mulai dibangun pada hari sabtu 2 Dzulhijjah 1429 H bertepatan dengan tanggal 1 Desember 2008 M, mulai digunakan pada hari Ahad 4 Rabiul Awwal 1429 H bertepataan dengan tanggal 1 Maret 2009 M.
  9. Gedung Rahmatan Lil’alamin mulai dibangun pada hari Ahad 17 Syawal 1431 H bertepatan dengan tanggal 26 September 2010 M, mulai digunakan pada hari Ahad 8 Sya’ban 1432 H bertepataan dengan tanggal 10 Juli 2011 M.
  10. Masjid Jami’ PP Darul Falah 2 dibangun mulai hari Rabu Wage 27 Romadhan 1433 H bertepatan dengan tanggal 5 Agustus 2012 M. mulai digunakan pada hari  Selasa Pon 1 Muharram 1435 H bertepatan dengan tanggal 5 November 2014 M.
  11. Gedung Rusunawa mulai dibangun Rabu,18 Dzulqo’dah 1435 M, bertepatan dengan tanggal 13 Agustus 2014, mulai digunakan pada hari Rabu 16 Sya’ban 1436 bertepatan dengan tanggal 3 Juni 2015 M.
  12. Gedung Madinah mulai dibangun pada hari Rabu tanggal 01 Muharram 1937 H bertepatan dengan 14 Oktober 2015, dan diresmikan padahari Ahad tanggal 22 Sya’ban 1437 H bertepatam tanggal 29 Mei 2016 M.
  13. Masjid Jami’ Pondok Pesantren Darul Falah 2 Glinggang Sampung di dirikan pada tahun 2012.
  14. Gedung RA Darul Falah Glinggang dibangun pada tahun 2014.
  15. Gedung MI Darul Falah Glinggang lantai 1 dan 2 dibangunan pada tahun 2018.
  16. Gedung TKIT Baru dibangun mulai pada tahun 2018 sampai sekarang masih dalam taham pembangunan.
  • Lembaga Pendidikan Formal

Sejak tahun pelajaran 2003/2004 mulai didirikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) formal  berupa Kelompok Bermain (KB) dan  TK Islam Terpadu (TKIT) dengan system fullday school mulai belajar jam 07.00 selesai belajar jam 13.00. Jumlah santri pertama kali sebanyak 11 anak yang berasal dari masyarakat sekitar dan keluarga guru dan Pengurus. Pada tahun itu pula TPQ, Madrasah Diniyah dan Majlis Taklim yang ada di Mushola Blimbing dipindahkan kegedung yang ada didusun Sumberejo pembelajaranya dilakukan pada sore dan malam hari sedangkan pagi harinya gedung digunakan untuk PAUD.

Sebuah konsekwensi dari perubahan dan pembaharuan, Pondok Pesantren Darul Falah dalam hal ini mempunyai batasan-batasan yang kongkrit, perubahan dan moderenisasi yang tidak merubah atau mereduksi orientasi dan idealisme pondok pesantren. Sehingga dengan demikian Pondok Pesantren Darul Falah tidak sampai terombang-ambing oleh derasnya arus perubahan globalisasi, namun justru sebaliknya dapat menempatkan diri dalam posisi strategis, bahkan dianggap sebagai lembaga pendidikan alternatif.

Seiring dengan perjalanan waktu, Pondok Pesantren Darul Falah terus melakukan perkembangan secara bertahap baik dari segi fisik maupun lembaga pendidikannya sejalan dengan itu kepercayaan masyarakatpun meningkat hal ini dapat dilihat dari jumlah santri yang dari waktu-kewaktu terus bertambah. Pada tahun 2004 Pondok Pesantren Darul Falah mendirikan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dengan sistem fullday school mulai belajar jam 07.00 selesai belajar jam 15.30. Materi pelajaran 100% pelajaran agama dan 100% pelajaran umum. Seluruh santri juga mendapatkan pembelajaran di Madrasah Takmiliyah yang mengharuskan santri untuk mempelajari Al-Quran (everyday with qur’an). Pada tahun 2007 meendirikan lembaga pendidikan jenjang Tsanawiyah dan Aliyah. Sementara untuk menfasilitasi minat santri pada tahun 2012 dibuka lembaga baru yakni SMK.

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-Nya pada tahun pelajaran 2012/2013 kami bisa meluncurkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis Pondok Pesantren. SMK yang berlokasi di desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo membuka program studi Tekhnik Komputer dan Jaringan ( TKJ ). Kita sambut dengan gembira dan penuh suka cita kehadiran lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keislaman serta mencerdaskan peserta didik dalam pengetahuan dan teknologi yang mengikuti perkembangan zaman yang telah hadir ditengah-tengah kita. Kehadiran SMK Darul Falah diharapkan menjadi lembaga yang tangguh dalam IMTAQ dan unggul dalam IPTEK. Karakteristik pendidikan yang semakin berkembang, mendorong kita senantiasa lebih berperan aktif dalam menstransformasikan pendidikan kepada generasi muslim dan muslimah agar lebih giat menuntut ilmu agama, pengetahuan dan teknologi. SMK Darul Falah  menyelenggarakan  program studi TKJ dengan mempertimbangkan perkembangan global dibidang teknologi.

Pada zaman sekarang kita dituntut untuk mengerti tentang manfaat dari teknologi jaringan karena jaringan adalah sebuah interkoneksi yang menghubungkan kita untuk mengetahui dunia. Bukan hanya untuk itu saja tetapi jaringan sangat penting untuk kita bergaul dan untuk mengetahui persaingan dalam sebuah bisnis. Banyak informasi di dunia maya yang menjadikan kita untuk terus berkembang.

Untuk mencapai tujuan diatas langkah-langkah yang dilakukan ;

  1. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai keislaman.
  2. Membina peserta didik yang mampu memahami kitab-kitab kuning sebagai kesinambungan berbasis pesantren ahli sunnah wal-jamaah.
  3. Mengembangkan pendidikan keahlian (life skills) sebagai bekal keahlian yang mengarah pada dunia kerja.
  4. Melahirkan lulusan yang berkualitas dan berakhlaqul karimah.

Sedangkan untuk mengembangkan cabang Pondok Pesantren yang ada di Desa Glinggang Kecamatan Sampung maka pada tahun 2017 dibuka lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI Darul Falah Glinggang) kurang lebih berjarak 15 KM dari Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo. selanjutnya pada tahun 2019 dibuka jenjang Roudhotul Athfal (RA Darul Falah Glinggang). Pengembangan lembaga di Pondok Cabanga ada sebagai upaya mengambngkan ajaran Islam didaerah Ponorogo bagian Barat.

  • Santri anak-anak ( santri sighor )

Kegiatan asrama santri  dirintis  mulai santri  anak-anak SDIT  ada yang menetap di  Pondok dan sebagian diprogramkan mondok seminggu sekali atau seminggu 2 kali dukungan dan pengakuan dari masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, pimpinan daerah semakin menguat, para santri terus berdatangan menimba ilmu semakin banyak dan beragam. Kenyataan tersebut telah mendorong Pondok Pesantren Darul Falah beberapa kali terus melakukan penyempurnaan sistem pendidikan dan pengajaran, sarana prasaranapun semakin bertambah.

  • Santri dewasa (santri kibar)

Santri dewasa baru dimulai tahun 2006 sejak didirikanya lembaga pendidikan tingkat SLTP, SLTA yaitu Tsanawiyah dan Aliyah yang sekarang dinamakaan Kuliyatul Mualimin dan Kuliyatul Mu’alimat Al-Islamiyah waktu belajar selama 6 tahun. Awal berdirinya para santri sekitar pondok diperbolehkan melaju dari rumah (nduduk) dan mondok 2 (dua) kali seminggu. Sejak tahun pelajaran 2013/2014 seluruh santri harus tinggal diasrama, karena harus belajar pada Madrasah Diniyah Takmiliyah, Tahfidz Al-Qur’an dan pengembangan bahasa arab dan bahasa Inggris.